Image

Buat kamu yang suka tampil rapi dan stylish, nail art sudah jadi bagian dari self-care, bukan sekadar hiasan kuku semata. Tapi sebelum memilih jenis nail art, banyak orang masih bingung membedakan nail art gel, acrylic, dan press on. Sekilas memang terlihat mirip, padahal ketiganya punya karakter, kelebihan, dan kekurangan yang cukup berbeda. Supaya kamu tidak salah pilih dan menyesal di kemudian hari, yuk kenali perbedaan nail art gel, acrylic, dan press on secara lebih detail dan mudah dipahami.

Nail Art Gel: Tampilan Natural dan Ringan

Image

Nail art gel adalah jenis yang paling sering dipilih untuk tampilan sehari-hari karena hasilnya terlihat natural dan rapi. Gel dibuat dari bahan khusus yang akan mengeras setelah disinari lampu UV atau LED. Teksturnya cenderung ringan dan fleksibel, sehingga terasa lebih nyaman di kuku.

Dari segi tampilan, nail art gel memberikan efek glossy yang bersih dan elegan. Cocok banget untuk kamu yang suka gaya minimalis atau warna-warna soft. Ketahanannya biasanya sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung aktivitas dan cara perawatan. Kelebihan lainnya, gel tidak setebal acrylic sehingga kuku tetap terlihat alami.

Namun, nail art gel kurang cocok untuk memperpanjang kuku secara ekstrem. Jika kuku kamu pendek atau rapuh, gel hanya berfungsi sebagai pelapis, bukan pembentuk struktur kuku baru.

Nail Art Acrylic: Kuat dan Bisa Dibentuk Ekstrem

Image

Berbeda dengan gel, nail art acrylic dikenal paling kuat dan tahan lama. Acrylic dibuat dari campuran bubuk dan cairan khusus yang mengeras saat terkena udara. Teknik ini memungkinkan nail artist membentuk kuku sesuai panjang dan desain yang diinginkan, bahkan untuk model yang panjang dan dramatis.

Kelebihan utama acrylic ada pada kekuatannya. Jenis ini cocok untuk kamu yang kukunya mudah patah atau ingin nail art dengan detail berat seperti 3D, kristal, atau ornamen besar. Daya tahannya bisa mencapai satu bulan dengan perawatan rutin.

Meski begitu, acrylic terasa lebih tebal dan berat dibanding gel. Proses pengaplikasian dan pelepasannya juga lebih kompleks. Jika tidak dilakukan dengan benar, acrylic berisiko membuat kuku asli menjadi tipis atau rusak. Jadi, penting banget memilih nail artist yang berpengalaman.

Nail Art Press On: Praktis dan Fleksibel

Image

Kalau kamu tipe yang suka gonta-ganti gaya atau butuh nail art instan, press on nails bisa jadi solusi paling praktis. Press on adalah kuku palsu siap pakai yang tinggal ditempel menggunakan lem khusus atau adhesive tab. Prosesnya cepat dan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Kelebihan press on terletak pada fleksibilitasnya. Kamu bisa memakainya hanya untuk acara tertentu, lalu dilepas kembali tanpa proses ribet. Variasi desainnya juga sangat banyak, dari yang simpel sampai glamor. Selain itu, press on relatif lebih ramah untuk kuku asli jika digunakan dan dilepas dengan benar.

Namun, daya tahannya paling singkat dibanding gel dan acrylic. Biasanya hanya bertahan beberapa hari hingga satu minggu. Untuk aktivitas berat atau penggunaan jangka panjang, press on kurang disarankan.

Mana yang Paling Cocok untuk Kamu?

Setiap jenis nail art punya keunggulan masing-masing. Nail art gel cocok untuk tampilan natural dan nyaman sehari-hari. Acrylic pas untuk kamu yang ingin kuku panjang, kuat, dan desain ekstrem. Sementara press on ideal untuk kamu yang suka praktis dan sering ganti gaya tanpa komitmen panjang.

BACA JUGA: 8 Mitos Nail Art Populer yang Ternyata Tidak Sepenuhnya Benar

Kunci utamanya adalah menyesuaikan pilihan nail art dengan kebutuhan, gaya hidup, dan kondisi kuku kamu. Dengan memahami perbedaan nail art gel, acrylic, dan press on, kamu bisa tampil cantik tanpa mengorbankan kesehatan kuku.