Nail art sekarang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Dari yang simpel sampai super detail, semuanya bisa disesuaikan dengan kepribadian. Tapi di balik popularitasnya, masih banyak mitos yang beredar dan sering bikin orang ragu buat coba nail art. Padahal, nggak semuanya benar. Nah, biar kamu nggak salah paham, yuk kita bahas satu per satu mitos nail art yang ternyata tidak sepenuhnya benar.
Nail Art Selalu Merusak Kuku
Ini mitos yang paling sering terdengar. Faktanya, nail art tidak otomatis merusak kuku. Kerusakan biasanya terjadi karena proses pengaplikasian atau pelepasan yang tidak tepat, misalnya mengelupas gel atau acrylic secara paksa. Kalau dilakukan oleh nail artist yang berpengalaman dan disertai perawatan kuku yang baik, kuku tetap bisa sehat.
Kuku Harus Selalu Tipis Supaya Nail Art Tahan Lama
Banyak yang mengira kuku harus ditipiskan habis agar nail art awet. Padahal, kuku yang terlalu tipis justru lebih rapuh dan mudah sakit. Yang benar, kuku cukup dibersihkan dan dirapikan, bukan ditipiskan berlebihan. Ketahanan nail art lebih dipengaruhi oleh teknik aplikasi dan kualitas produk.
Nail Art Hanya Cocok untuk Kuku Panjang
Ini jelas tidak benar. Nail art justru bisa terlihat lebih elegan di kuku pendek, apalagi dengan desain minimalis. Sekarang banyak tren nail art yang memang dirancang khusus untuk kuku pendek agar tetap rapi, bersih, dan stylish tanpa harus memanjangkan kuku.
Press On Nails Pasti Mudah Lepas
Press on nails sering dianggap “murahan” dan tidak tahan lama. Faktanya, dengan lem yang tepat dan cara pemasangan yang benar, press on nails bisa bertahan berhari-hari. Bahkan, banyak orang memilih press on karena lebih fleksibel dan tidak merusak kuku alami.
Semua Nail Art Itu Mahal
Tidak semua nail art harus mahal. Harga biasanya tergantung desain, teknik, dan bahan yang digunakan. Nail art simpel dengan warna polos atau aksen kecil jelas lebih terjangkau dibanding desain full detail. Selain itu, banyak salon yang menawarkan paket nail art ramah di kantong.
Nail Art Tidak Perlu Perawatan Khusus

Ini mitos yang cukup menyesatkan. Nail art tetap butuh perawatan, meskipun terlihat kuat. Menggunakan cuticle oil, menghindari kebiasaan mengorek benda keras, dan memakai sarung tangan saat bersih-bersih sangat membantu memperpanjang umur nail art dan menjaga kuku tetap sehat.
Kutek Gel Pasti Lebih Aman dari Kutek Biasa
Kutek gel memang lebih tahan lama, tapi bukan berarti selalu lebih aman. Proses curing dengan UV/LED dan cara pelepasan yang salah justru bisa membuat kuku kering. Kutek biasa pun aman selama tidak sering dihapus dengan aseton keras dan kuku diberi waktu istirahat.
Kalau Sudah Nail Art, Kuku Tidak Perlu “Istirahat”
Ini salah satu mitos paling umum. Kuku tetap butuh waktu bernapas, terutama jika sering memakai gel atau acrylic. Memberi jeda tanpa nail art sambil melakukan nail care sederhana membantu kuku kembali kuat dan tidak mudah rapuh.
BACA JUGA: 6 Efek Samping Dari Kutek Kuku Ke kulit
Pada akhirnya, nail art bukanlah musuh kuku, asal dilakukan dengan cara yang tepat dan disertai perawatan yang konsisten. Banyak mitos muncul karena pengalaman buruk atau informasi yang kurang lengkap. Dengan memahami fakta di balik mitos-mitos di atas, kamu bisa menikmati nail art tanpa rasa khawatir berlebihan. Jadi, kalau masih ragu buat nail art, mungkin sekarang saatnya melihatnya dari sudut pandang yang lebih santai dan realistis