Menggunakan kutek kuku memang bisa bikin tampilan tangan terlihat lebih rapi, segar, dan estetik. Warna-warna cantik, hasil glossy, atau efek matte sering jadi daya tarik tersendiri, apalagi buat kamu yang suka nail art. Tapi di balik tampilannya yang menarik, pemakaian kutek kuku juga bisa menimbulkan beberapa efek samping ke kulit, terutama jika digunakan terlalu sering atau tanpa perawatan yang tepat.
Efek samping ini sering kali tidak langsung terasa, sehingga banyak orang mengabaikannya. Padahal, jika dibiarkan, kondisi kulit di sekitar kuku bisa mengalami gangguan yang cukup mengganggu. Nah, supaya kamu lebih aware, berikut 6 efek samping kutek kuku ke kulit yang perlu kamu ketahui.

1. Iritasi pada Kulit Sekitar Kuku
Salah satu efek samping paling umum dari penggunaan kutek adalah iritasi pada kulit di sekitar kuku. Kandungan kimia seperti formaldehyde, toluene, dan resin tertentu bisa memicu rasa perih, kemerahan, hingga sensasi panas di kulit. Biasanya, iritasi ini muncul jika kutek sering mengenai kulit atau digunakan dalam waktu lama tanpa jeda. Kulit di area kuku memang cenderung tipis, sehingga lebih sensitif terhadap bahan kimia.
2. Reaksi Alergi yang Tidak Disadari
Tidak semua orang sadar bahwa dirinya memiliki alergi terhadap kandungan tertentu dalam kutek. Reaksi alergi bisa muncul dalam bentuk gatal, ruam kecil, kulit mengelupas, atau bahkan bengkak ringan di sekitar kuku. Menariknya, reaksi ini bisa muncul setelah pemakaian berulang, bukan hanya saat pertama kali menggunakan kutek. Jika kamu sering mengalami gatal atau kemerahan setiap selesai pakai kutek, bisa jadi itu tanda alergi ringan.
3. Kulit Menjadi Kering dan Kasar
Penggunaan kutek secara terus-menerus dapat membuat kulit di sekitar kuku menjadi kering. Kandungan alkohol dan pelarut dalam kutek berfungsi untuk membuat cat cepat kering, tetapi efek sampingnya adalah menghilangkan kelembapan alami kulit. Akibatnya, kulit bisa terasa kasar, mudah pecah-pecah, dan terlihat kusam. Jika tidak diimbangi dengan pelembap, kondisi ini bisa semakin parah seiring waktu.
4. Penggelapan Warna Kulit di Sekitar Kuku
Selain memengaruhi warna kuku, kutek juga bisa menyebabkan perubahan warna kulit di sekitarnya. Beberapa pigmen warna, terutama yang gelap atau mencolok, dapat meninggalkan noda halus di kulit. Jika sering terjadi, kulit di sekitar kuku bisa tampak lebih gelap atau belang. Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu penampilan tangan secara keseluruhan.
5. Peradangan Akibat Pembersihan Kutek Berlebihan
Bukan hanya kuteknya, proses membersihkan kutek juga bisa berdampak buruk pada kulit. Penggunaan cairan pembersih kutek secara berlebihan dapat memicu peradangan ringan. Kulit bisa terasa perih, kering ekstrem, hingga mengelupas. Hal ini biasanya terjadi karena cairan pembersih mengandung bahan keras yang mengikis lapisan pelindung alami kulit.
6. Kulit Menjadi Lebih Sensitif
Efek samping terakhir yang sering diabaikan adalah meningkatnya sensitivitas kulit. Setelah terlalu sering terpapar kutek dan cairan pembersihnya, kulit di sekitar kuku bisa menjadi lebih mudah bereaksi terhadap produk lain. Bahkan sabun atau air hangat bisa menimbulkan rasa perih. Jika sudah sampai tahap ini, kulit membutuhkan waktu istirahat agar bisa pulih secara alami.
BACA JUGA: 4 Kesalahan Setelah Nail Art yang Bisa Merusak Struktur Kuku
Efek Samping Dari Kutek memang bisa mempercantik tampilan, tetapi penggunaannya tetap perlu dibatasi dan diimbangi dengan perawatan yang tepat. Memberi jeda tanpa kutek, menggunakan pelembap khusus tangan dan kuku, serta memilih produk dengan kandungan lebih aman bisa membantu mengurangi risiko efek samping ke kulit. Dengan perawatan yang seimbang, kamu tetap bisa tampil cantik tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit di sekitar kuku