Tag: Kecantikan kuku

3 Fungsi Kutikula dan Perannya dalam Melindungi Kuku

Apa Itu Kutikula?

Kalau kamu suka perawatan kuku atau sering manicure, pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah “kutikula.” Tapi tahukah kamu sebenarnya kutikula itu bagian apa dari kuku Fungsi Kutikula dan Perannya dalam Melindungi Kuku?

Kutikula adalah lapisan kulit tipis yang berada di bagian pangkal kuku, tepatnya di tempat kuku tumbuh dari bawah kulit. Meskipun terlihat sepele, kutikula punya fungsi penting sebagai pelindung alami kuku. Jadi kalau selama ini kamu sering mengelupas atau memotong kutikula sembarangan, yuk pahami dulu fungsinya berikut ini.

Melindungi Area Pertumbuhan Kuku

Salah satu fungsi utama kutikula adalah melindungi matriks kuku, yaitu area di bawah kulit tempat kuku mulai tumbuh. Matriks ini sangat sensitif dan penting karena dari sinilah kuku terbentuk.

Nah, kutikula bekerja seperti “tameng alami” yang menjaga bagian ini dari kotoran, kuman, dan bakteri. Kalau kutikula rusak atau terbuka, risiko infeksi jadi lebih tinggi—dan itu bisa menghambat pertumbuhan kuku atau membuatnya tumbuh tidak rata.

Menjaga Keseimbangan Kelembapan Kuku

Selain jadi pelindung, kutikula juga membantu mengunci kelembapan di dalam kuku. Bayangin aja, kalau kutikula kering atau rusak, kelembapan alami dari kuku bisa cepat menguap, dan akhirnya kuku jadi kering, rapuh, dan mudah patah.

Makanya, salah satu langkah penting dalam nail care adalah merawat kutikula dengan cuticle oil atau pelembap khusus, supaya tetap lentur dan nggak mengelupas.

Mencegah Infeksi dan Iritasi

Kutikula berfungsi sebagai penghalang pertama dari kuman dan jamur yang bisa masuk ke sela-sela antara kuku dan kulit. Kalau kamu pernah mengalami cantengan atau peradangan di sekitar kuku, itu bisa jadi karena kutikula yang rusak atau terinfeksi.

Infeksi ringan bisa sembuh, tapi kalau sering terjadi, kuku bisa tumbuh tidak sehat dan bahkan menyebabkan nyeri. Jadi, menjaga kutikula tetap bersih dan utuh bisa bantu kamu hindari masalah kuku jangka panjang.

BACA JUGA: 3 Teknik Nail Art Yang Paling Terkenal

Meskipun ukurannya kecil, kutikula punya peran besar dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan kuku. Jadi, mulai sekarang, hindari memotong kutikula terlalu dalam atau mencabutnya sembarangan, ya!

3 Teknik Nail Art Yang Populer

Dalam dunia nail art, teknik memiliki peran besar dalam menentukan hasil akhir desain kuku. Setiap teknik nail art memiliki karakter, tingkat kesulitan, serta fungsi yang berbeda-beda. Sebagai nail art artist, pemilihan teknik tidak hanya soal tampilan, tetapi juga menyesuaikan kondisi kuku, gaya hidup, dan kebutuhan pemakainya. Berikut 3 Teknik Nail Art Yang Populer terkenal dan masih banyak digunakan hingga saat ini.

Nail Art Gel

Teknik nail art gel merupakan salah satu teknik paling populer dalam dunia perawatan dan seni kuku modern. Teknik ini menggunakan gel khusus yang dikeringkan dengan bantuan lampu UV atau LED. Hasil akhirnya terlihat mengilap, rapi, dan tahan lebih lama dibandingkan cat kuku biasa.

Teknik gel sering dipilih karena fleksibel untuk berbagai desain, mulai dari tampilan natural hingga nail art yang lebih detail. Selain itu, gel nail art cenderung tidak mudah terkelupas, sehingga cocok untuk aktivitas sehari-hari. Namun, pengaplikasian dan penghapusannya tetap harus dilakukan dengan benar agar tidak merusak kuku alami.

Nail Art Acrylic

Nail art acrylic dikenal sebagai teknik yang mampu membentuk kuku lebih panjang dan kuat. Teknik ini menggunakan campuran bubuk acrylic dan cairan khusus yang kemudian dibentuk di atas kuku. Setelah mengeras, permukaan kuku dapat dihias dengan berbagai desain nail art.

Teknik acrylic banyak digunakan untuk menciptakan kuku dengan bentuk tertentu, seperti square, coffin, atau almond. Kelebihan utama teknik ini adalah daya tahannya yang kuat. Namun, perawatan rutin dan proses pengaplikasian yang tepat sangat penting agar kuku asli tetap sehat dan tidak menipis.

Nail Art Hand Painting

Hand painting merupakan teknik nail art yang mengandalkan keterampilan tangan dan ketelitian tinggi. Teknik ini dilakukan dengan melukis langsung di atas permukaan kuku menggunakan kuas halus dan cat khusus nail art. Desain yang dihasilkan biasanya lebih artistik dan unik.

Teknik ini sering digunakan untuk membuat motif bunga, karakter, garis abstrak, atau detail custom sesuai permintaan. Hand painting menjadi favorit karena setiap desain bersifat personal dan tidak mudah disamakan. Dari sudut pandang nail art artist, teknik ini adalah bentuk seni kuku yang paling ekspresif.

Memilih Teknik Nail Art yang Tepat untuk Kuku

Setiap teknik nail art memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing. Pemilihan teknik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kuku, durasi pemakaian, serta tingkat kenyamanan. Kuku yang sehat akan memberikan hasil nail art yang lebih maksimal, apa pun teknik yang digunakan.

BACA JUGA: Sejarah Mengenai Nail Art Kenapa Bisa Sangat Populer

Itulah dia Teknik Nail Art Yang Populer. Perawatan sebelum dan sesudah nail art juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kuku. Dengan teknik yang tepat dan perawatan yang baik, nail art tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga tetap aman untuk kuku alami.

Sejarah Mengenai Nail Art Kenapa Bisa Sangat Populer

Nail art saat ini dikenal sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri. Namun, sebelum menjadi tren modern seperti sekarang, nail art memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan budaya, status sosial, hingga perkembangan dunia kecantikan. Dari perawatan kuku sederhana hingga seni kuku yang kompleks, nail art terus berevolusi mengikuti zaman.

Awal Mula Perawatan dan Hiasan Kuku

Sejarah kuku dan perawatannya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Di peradaban kuno seperti Mesir dan Tiongkok, kuku tidak hanya dirawat agar bersih, tetapi juga dihias sebagai simbol status sosial. Warna kuku tertentu bahkan hanya boleh digunakan oleh kalangan bangsawan atau keluarga kerajaan.

Pada masa itu, pewarna kuku dibuat dari bahan alami seperti tanaman, mineral, dan pigmen alam. Panjang dan warna kuku sering mencerminkan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Semakin terawat dan unik kuku seseorang, semakin tinggi pula status sosial yang ditampilkan.

Perkembangan Nail Art di Era Modern

Memasuki abad ke-20, perawatan kuku mulai mengalami perubahan besar. Produk cat kuku mulai dikembangkan secara massal, sehingga perawatan kuku tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu. Nail art mulai dikenal sebagai bagian dari industri kecantikan, bukan sekadar simbol status.

Seiring berkembangnya teknik dan alat, hiasan kuku menjadi semakin beragam. Mulai dari warna polos, motif sederhana, hingga desain yang lebih detail. Salon kuku pun bermunculan, menjadikan nail art sebagai layanan kecantikan yang mudah diakses oleh banyak orang.

Nail Art sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Salah satu alasan utama nail art menjadi sangat populer adalah kemampuannya menjadi media ekspresi diri. Melalui desain kuku, seseorang bisa menunjukkan kepribadian, suasana hati, hingga gaya hidup. Ada yang memilih desain minimalis untuk kesan elegan, ada pula yang menyukai nail art penuh warna dan detail untuk tampil lebih berani.

Sebagai nail art artist, hal ini terlihat jelas dari permintaan klien yang beragam. Setiap desain kuku sering kali memiliki cerita atau makna tersendiri bagi pemiliknya. Nail art tidak lagi sekadar mempercantik tangan, tetapi menjadi bagian dari identitas.

Pengaruh Media Sosial terhadap Popularitas Nail Art

Perkembangan media sosial memberikan dampak besar terhadap dunia nail art. Desain kuku yang unik dan kreatif mudah dibagikan, sehingga tren nail art menyebar dengan cepat. Inspirasi desain dari berbagai negara bisa diakses dalam hitungan detik, mendorong inovasi tanpa batas.

Media sosial juga membuat nail art terlihat lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang mulai tertarik mencoba nail art setelah melihat hasil karya yang menarik secara visual, baik untuk acara tertentu maupun sekadar perawatan rutin.

Evolusi Teknik dan Material Nail Art

Popularitas nail art juga didukung oleh perkembangan teknik dan material yang semakin aman dan beragam. Mulai dari penggunaan gel, acrylic, hingga nail essence dan perawatan pendukung, semuanya dirancang untuk menunjang kesehatan kuku sekaligus estetika.

Teknik nail art pun semakin berkembang, memungkinkan pembuatan desain yang lebih presisi dan tahan lama. Hal ini membuat nail art tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Nail Art dan Kesadaran Akan Kesehatan Kuku

Di balik keindahan nail art, kesadaran akan kesehatan kuku menjadi aspek yang semakin diperhatikan. Kini, banyak nail art artist menekankan pentingnya perawatan kuku sebelum dan sesudah nail art. Kuku yang sehat menjadi dasar utama agar nail art dapat tampil maksimal dan tidak merusak kuku alami.

Pendekatan ini membuat nail art berkembang bukan hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai bagian dari perawatan kuku yang bertanggung jawab.

Mengapa Nail Art Tetap Relevan Hingga Sekarang

Nail art terus populer karena mampu beradaptasi dengan tren, teknologi, dan kebutuhan individu. Dari sejarah panjangnya hingga perannya saat ini, nail art membuktikan bahwa kuku bukan sekadar bagian kecil dari tubuh, melainkan kanvas seni yang hidup.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Vitamin Kuku Terbaik

Dengan kombinasi antara estetika, ekspresi diri, dan perawatan kesehatan kuku, nail art akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari dunia kecantikan modern.

3 Rekomendasi Vitamin Kuku Terbaik

Kuku yang sehat tidak hanya terlihat dari tampilannya yang rapi, tetapi juga dari kekuatan dan kondisinya secara keseluruhan. Kuku yang mudah patah, retak, atau terlihat kusam sering kali menjadi tanda bahwa kuku membutuhkan perawatan ekstra. Selain menjaga kebersihan dan kebiasaan merawat kuku dengan benar, penggunaan vitamin kuku dapat membantu menutrisi kuku dan kutikula agar tetap kuat dan terjaga kesehatannya.

Saat ini tersedia berbagai pilihan vitamin kuku dengan formula dan kandungan yang berbeda. Untuk memudahkan pemilihan, berikut ini 3 Rekomendasi Vitamin Kuku Terbaik yang banyak digunakan sebagai perawatan kuku agar tetap sehat dan terawat.

Vitamin Kuku Tone

Vitamin Kuku Tone dikenal sebagai perawatan kuku yang membantu menjaga kekuatan dan kelembapan kuku. Produk ini cocok digunakan untuk kuku yang sering terasa kering, rapuh, atau mudah patah akibat aktivitas harian maupun penggunaan cat kuku yang terlalu sering. Penggunaan rutin dapat membantu kuku terlihat lebih sehat dan terawat.

Nail Care Tone with Essential Oil

Nail Care Tone with Essential Oil diformulasikan dengan kandungan minyak esensial yang berfungsi menutrisi kuku dan kutikula. Produk ini membantu menjaga kelembapan alami kuku sekaligus memberikan efek menenangkan pada area sekitar kuku. Cocok digunakan sebagai perawatan harian untuk menjaga kuku tetap lembut dan tidak mudah rusak.

RtopR Ginger Nail Essence

RtopR Ginger Nail Essence mengandung ekstrak jahe yang dikenal dapat membantu merawat kesehatan kuku dan kulit di sekitarnya. Essence ini sering digunakan untuk kuku yang tampak kusam atau mengalami perubahan tekstur. Dengan pemakaian teratur, kuku dapat terasa lebih kuat dan terlihat lebih segar.

BACA JUGA: 3 Tips Utama Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah

Nah itulah dia 3 Rekomendasi Vitamin Kuku Terbaik. Produk-produk ini membantu mu dalam memberikan kesehatan terbaik bagi kuku mu jadi tunggu apa lagi cobain sekarang juga.

3 Tips Utama Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah

Kuku yang kuat dan sehat adalah dasar dari hasil nail art yang sempurna. Namun banyak orang mengalami kuku yang mudah patah, retak, atau terbelah karena kurangnya perawatan dasar. Saya akan membagikan 3 fokus utama dalam Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah dan tetap terlihat indah meski tanpa kutek.

Rutin Melembapkan Kuku dan Kutikula

Kuku yang kering cenderung lebih rapuh dan gampang pecah. Karena itu, pastikan kamu rutin mengoleskan cuticle oil atau hand cream, terutama setelah mencuci tangan atau memakai hand sanitizer. Pilih produk yang mengandung vitamin E, jojoba oil, atau shea butter karena mampu menjaga elastisitas kuku dan kutikula. Gunakan cuticle oil setiap malam sebelum tidur agar meresap maksimal selama kamu istirahat.

Lindungi Kuku dari Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia seperti deterjen, cairan pembersih, dan aseton dapat membuat kuku cepat kering dan rapuh. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Kalau sering menggunakan kutek, pilih remover yang bebas aseton. Dan yang tak kalah penting, beri waktu beberapa hari agar kuku bisa “bernapas” sebelum mengaplikasikan kutek lagi.

Perkuat dari Dalam lewat Asupan Nutrisi

Kuku tersusun dari keratin, yaitu protein alami dalam tubuh. Jadi, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang mendukung kekuatan kuku, seperti:

  • Biotin: bisa kamu temukan dalam telur, pisang, dan almond
  • Protein: dari ikan, ayam, tahu, atau tempe
  • Zinc & zat besi: banyak terdapat pada bayam dan daging merah

Makanan bergizi akan membuat kuku tumbuh lebih kuat, tidak mudah patah, dan lebih tahan lama terhadap tekanan.

Tiga langkah ini melembapkan, melindungi, dan memberi nutrisi dari dalam cukup sederhana, tapi sangat efektif. Dengan perawatan yang konsisten, kuku kamu akan jadi lebih sehat, kuat, dan tentu saja, siap untuk dihias dengan nail art favoritmu kapan saja!

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026

Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah Dengan hanya fokus pada 3 langkah sederhana ini melembapkan, melindungi dari bahan kimia, dan menjaga pola makan kamu sudah bisa mendapatkan kuku yang lebih sehat, kuat, dan siap dihias dengan nail art favoritmu!

3 Rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026

Menghapus kutek tidak boleh dilakukan sembarangan. Pembersih kutek yang tepat tidak hanya efektif menghilangkan cat kuku secara menyeluruh, tetapi juga menjaga kesehatan kuku dan kutikula. Salah memilih produk bisa membuat kuku kering, rapuh, bahkan rusak dalam jangka panjang. Berikut ini adalah 3 Rekomendasi Permbersih Kuku Terbaik 2026.

Zoya Natural Nail Polish Remover

Harga: Rp95.000 – Rp120.000 / 237 ml

Zoya Natural Nail Polish Remover adalah pembersih kutek non-aseton yang diformulasikan khusus untuk membersihkan kutek secara menyeluruh tanpa merusak kuku. Dikenal sebagai salah satu produk favorit para nail enthusiast, Zoya Remover juga membantu menutrisi dan melembapkan kuku, menjadikannya pilihan ideal untuk perawatan kuku jangka panjang.

O.P.I Expert Touch Lacquer Remover

Harga: Rp130.000 – Rp150.000 / 110 ml

O.P.I Expert Touch Lacquer Remover adalah pembersih kutek berkualitas profesional yang dikenal karena efektivitas tinggi dalam menghapus kutek pekat dan gel polish. Produk ini sering digunakan di salon-salon kecantikan karena kemampuannya membersihkan kutek secara cepat tanpa perlu menggosok keras. Meski mengandung aseton, formulanya dilengkapi bahan pelembap sehingga tetap aman untuk kuku dan kulit di sekitarnya.

Nail Polish Remover Wipes

Harga: Rp30.000 – Rp40.000 / 10 sheets

Nail Polish Remover Wipes adalah pembersih kutek dalam bentuk tisu praktis yang dirancang untuk kemudahan dan kenyamanan saat menghapus kutek, terutama saat bepergian. Produk ini menjadi favorit banyak pengguna karena formulanya yang lembut di kuku dan kutikula, serta bebas alkohol dan paraben. Ideal untuk kamu yang aktif, ingin pembersih kutek yang praktis, higienis, dan tidak bikin kuku kering.

BACA JUGA: 3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Nah itulah dia 3 rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026 yang bisa langsung kamu cobain.

3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Cantengan menjadi salah satu masalah kesehatan kuku yang paling sering kita alami. Catengan juga tidak bisa kamu anggap sepele , cantengan bisa membuat mu mengalami infeksi kuku. Untuk mencegah cantengan dan menghindari risiko infeksi, berikut 3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi.

1. Potong Kuku dengan Benar

Salah satu penyebab utama cantengan adalah cara memotong kuku yang salah. Hindari memotong kuku terlalu pendek atau melengkung mengikuti bentuk jari. Sebaiknya, potong kuku secara lurus dan jangan terlalu dalam pada bagian sudutnya. Hal ini akan mencegah ujung kuku tumbuh masuk ke dalam kulit.

2. Jaga Kebersihan Kaki dan Kuku

Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah infeksi. Cuci kaki secara rutin, terutama setelah beraktivitas seharian atau menggunakan alas kaki tertutup. Pastikan juga kuku selalu bersih dan kering. Hindari menggunakan sepatu yang lembap atau terlalu ketat karena bisa menekan kuku dan memicu cantengan.

3. Pilih Alas Kaki yang Nyaman dan Sesuai Ukuran

Menggunakan sepatu yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebih pada kuku dan kulit di sekitarnya, sehingga meningkatkan risiko cantengan. Pilihlah alas kaki yang pas di kaki, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan cukup ruang untuk jari-jari bergerak dengan bebas. Ini akan mengurangi gesekan dan tekanan pada kuku.

BACA JUGA: Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Tips tambahan mencegah cantengan. Hindari Kebiasaan Mengorek atau Mengelupas Kutikula Mengelupas kutikula atau kulit di sekitar kuku bisa membuka jalan bagi bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Biarkan kutikula tetap utuh atau dorong dengan lembut menggunakan alat khusus. Jika ingin merapikan kuku, gunakan peralatan yang bersih dan steril untuk mencegah iritasi atau luka mikro. Nah jadi itulah dia Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Tahukah kamu bahwa kuku bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan? Meski sering dianggap hanya sebagai pelengkap penampilan, kuku sebenarnya memainkan peran penting dalam mencerminkan keseimbangan nutrisi dan kondisi medis seseorang. Perubahan pada warna, bentuk, tekstur, atau kekuatan kuku bisa menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan, baik ringan maupun serius. Karena itu, penting untuk memahami berbagai tanda kuku yang tidak sehat agar dapat segera mengambil langkah pencegahan dan perawatan yang tepat.

Bentuk Kuku Terlihat Tidak Normal

Kuku yang bentuknya berubah secara tidak wajar seperti melengkung berlebihan, bergelombang, atau menebal bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan. Perubahan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor kosmetik, tetapi bisa juga akibat cedera berulang, perawatan kuku yang tidak tepat, atau kondisi medis tertentu. Mengenali perubahan bentuk kuku sejak dini sangat penting agar masalah kuku tidak berkembang menjadi lebih serius.

Kuku Mudah Retak dan Pecah

Jika kuku sering retak, terbelah, atau patah, itu bisa menjadi tanda bahwa kuku kehilangan kelembapan dan kekuatannya. Penyebab umumnya meliputi paparan bahan kimia, kekurangan nutrisi, serta penggunaan cat kuku atau pembersih berbahan keras tanpa jeda perawatan. Dengan perawatan yang rutin dan tepat, kondisi kuku yang rapuh bisa diperbaiki secara bertahap.

Perubahan Warna Kuku yang Tidak Biasa

Warna kuku yang berubah menjadi kekuningan, keabu-abuan, atau muncul bercak gelap bisa mengindikasikan masalah kesehatan, mulai dari infeksi jamur hingga efek residu bahan kimia. Warna kuku juga bisa berubah akibat gangguan organ dalam atau penggunaan produk perawatan yang tidak cocok. Memahami penyebab perubahan warna akan membantu dalam menentukan langkah perawatan yang paling sesuai dan aman.

BACA JUGA: 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku

Jika Kuku mu mengalami salah satu hal di atas harus kamu periksakan ke dokter. Itulah Dia Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku

Kuku menjadi salah satu bagian tubuh yang paling di perhatikan oleh banyak wanita. Kesehatan kuku sangat penting dikarenakan kuku menjadi salah satu bentuk untuk mengekspresikan kecantikan dari wanita. Dengan meningkatnya kepopuleran nail art kondisi kuku sebelum di eksekusi sangat penting. Buat kamu yang ingin tau cara menjaga kesehatan kuku yuk kita bahas 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku.

Cara Memotong Kuku Yang Baik

Memotong kuku sebaiknya tidak dilakukan asal pendek. Idealnya, kuku digunting hingga mendekati batas bagian putih, tanpa melewatinya. Kuku yang dipotong terlalu pendek justru bisa memicu iritasi, nyeri, bahkan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, pemotongan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan arah pertumbuhan kuku menjadi tidak normal.

Agar kuku tumbuh sehat, pemotongan sebaiknya mengikuti lekuk alami kuku. Cara ini membantu mencegah kuku menekan daging di sekitarnya dan mengurangi risiko kuku tumbuh ke dalam. Dengan kebiasaan memotong kuku yang benar, kesehatan kuku dan area sekitarnya bisa lebih terjaga.

Jangan Menggigit Kuku

Menggigit kuku mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Selain membuat kuku tampak tidak rapi, menggigit kuku membuka peluang masuknya kuman dan bakteri dari kuku ke dalam mulut. Hal ini bisa memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan ringan hingga risiko penyakit yang lebih serius.

Tak hanya itu, kebiasaan menggigit kuku juga dapat merusak struktur gigi dan gusi secara perlahan. Luka kecil di sekitar kuku pun bisa menjadi pintu masuk infeksi. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Batasi Penggunaan Cat Kuku agar Kuku Tetap Sehat

Cat kuku maupun kuku palsu memang bisa membuat tampilan tangan terlihat lebih menarik. Namun, jika digunakan terlalu sering tanpa jeda, kuku justru berisiko menjadi rapuh dan mudah rusak. Lapisan kimia pada cat kuku dapat mengurangi kelembapan alami kuku, terutama bila kuku terus-menerus tertutup tanpa waktu istirahat.

BACA JUGA: Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Setelah menghapus cat kuku, sebaiknya beri waktu sekitar satu minggu sebelum mengaplikasikan cat kembali. Jeda ini penting agar kuku dapat “bernapas” dan memulihkan kondisinya secara alami. Selain itu, usahakan menghindari pembersih cat kuku yang mengandung aseton. Kandungan ini dapat membuat kuku, kutikula, serta kulit di sekitarnya menjadi kering dan lebih sensitif jika digunakan terlalu sering. Nah itulah 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku.