Nail art memang bikin kuku terlihat cantik, rapi, dan meningkatkan rasa percaya diri. Dari gel polish, acrylic, sampai nail extension, semuanya terasa seru untuk dicoba. Tapi di balik tampilannya yang estetik, kuku juga punya batas toleransi. Kalau terlalu sering “dipaksa kerja keras”, kuku bisa memberi sinyal minta istirahat. Sayangnya, tanda-tanda ini sering diabaikan karena tertutup cat kuku atau extension. Padahal, mengenali sinyal sejak awal bisa mencegah kerusakan yang lebih serius. Berikut ini 5 tanda kuku perlu istirahat paling umum bahwa kuku kamu sebenarnya sedang butuh jeda dari nail art.
Kuku Terasa Tipis dan Mudah Bengkok

Salah satu tanda paling jelas adalah kuku yang terasa jauh lebih tipis dari biasanya. Saat ditekan ringan saja sudah bengkok, bahkan terasa lemah. Ini sering terjadi karena proses pengikiran berulang saat pemasangan dan pelepasan nail art, terutama gel dan acrylic. Lapisan alami kuku perlahan terkikis, sehingga strukturnya tidak lagi kuat. Jika dibiarkan, kuku bisa semakin rapuh dan mudah patah sampai ke bagian yang cukup dalam.
Permukaan Kuku Tidak Rata dan Kasar

Setelah nail art dilepas, coba perhatikan permukaan kuku tanpa cat. Jika terlihat bergelombang, kasar, atau tidak rata, itu tanda kuku sedang stres. Permukaan kuku yang sehat seharusnya halus dan rata. Tekstur yang berubah biasanya disebabkan oleh buffing berlebihan atau bahan kimia yang terlalu sering menempel di kuku. Kondisi ini membuat kuku lebih rentan terhadap kerusakan lanjutan dan infeksi ringan.
Warna Kuku Menguning atau Kusam
Kuku yang sehat umumnya berwarna pink pucat dan terlihat segar. Jika warnanya berubah menjadi kekuningan atau tampak kusam, bisa jadi kuku kekurangan oksigen dan nutrisi. Gel polish yang dipakai terlalu lama tanpa jeda sering menjadi penyebabnya. Selain itu, sisa pigmen cat yang menempel juga bisa memengaruhi warna alami kuku. Ini adalah sinyal halus bahwa kuku butuh “bernapas” tanpa lapisan apa pun.
Kuku Terasa Kering dan Mudah Mengelupas

Kuku yang terlalu sering terkena bahan kimia biasanya kehilangan kelembapan alaminya. Akibatnya, kuku terasa kering, pecah-pecah, dan ujungnya mudah mengelupas berlapis-lapis. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tapi juga membuat kuku sulit tumbuh panjang dan sehat. Jika kamu sering merasa kuku “retak” kecil di bagian ujung, itu tanda jelas kuku butuh perawatan intensif, bukan nail art tambahan.
Area Sekitar Kuku Lebih Sensitif

Perhatikan juga kulit di sekitar kuku. Jika kutikula sering perih, kemerahan, atau terasa sensitif saat disentuh, bisa jadi itu reaksi dari tekanan berulang akibat nail art. Proses pembersihan, pemotongan kutikula, atau paparan cairan tertentu bisa membuat area ini iritasi. Kulit sekitar kuku yang tidak sehat bisa berdampak langsung pada pertumbuhan kuku itu sendiri.
BACA JUGA: 4 Rutinitas Nail Care Nail Art Agar Kuku Tidak Bermasalah
Memberi istirahat pada kuku bukan berarti kamu harus berhenti total dari nail art selamanya. Cukup beri jeda beberapa minggu, rawat kuku dengan minyak kutikula, pelembap, dan biarkan kuku tampil alami sementara waktu. Dengan begitu, kuku bisa pulih, tumbuh lebih kuat, dan siap kembali dipercantik tanpa risiko berlebihan.