Month: January 2026

3 Tips Utama Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah

Kuku yang kuat dan sehat adalah dasar dari hasil nail art yang sempurna. Namun banyak orang mengalami kuku yang mudah patah, retak, atau terbelah karena kurangnya perawatan dasar. Saya akan membagikan 3 fokus utama dalam Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah dan tetap terlihat indah meski tanpa kutek.

Rutin Melembapkan Kuku dan Kutikula

Kuku yang kering cenderung lebih rapuh dan gampang pecah. Karena itu, pastikan kamu rutin mengoleskan cuticle oil atau hand cream, terutama setelah mencuci tangan atau memakai hand sanitizer. Pilih produk yang mengandung vitamin E, jojoba oil, atau shea butter karena mampu menjaga elastisitas kuku dan kutikula. Gunakan cuticle oil setiap malam sebelum tidur agar meresap maksimal selama kamu istirahat.

Lindungi Kuku dari Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia seperti deterjen, cairan pembersih, dan aseton dapat membuat kuku cepat kering dan rapuh. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah tangga. Kalau sering menggunakan kutek, pilih remover yang bebas aseton. Dan yang tak kalah penting, beri waktu beberapa hari agar kuku bisa “bernapas” sebelum mengaplikasikan kutek lagi.

Perkuat dari Dalam lewat Asupan Nutrisi

Kuku tersusun dari keratin, yaitu protein alami dalam tubuh. Jadi, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang mendukung kekuatan kuku, seperti:

  • Biotin: bisa kamu temukan dalam telur, pisang, dan almond
  • Protein: dari ikan, ayam, tahu, atau tempe
  • Zinc & zat besi: banyak terdapat pada bayam dan daging merah

Makanan bergizi akan membuat kuku tumbuh lebih kuat, tidak mudah patah, dan lebih tahan lama terhadap tekanan.

Tiga langkah ini melembapkan, melindungi, dan memberi nutrisi dari dalam cukup sederhana, tapi sangat efektif. Dengan perawatan yang konsisten, kuku kamu akan jadi lebih sehat, kuat, dan tentu saja, siap untuk dihias dengan nail art favoritmu kapan saja!

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026

Perawatan Kuku agar Tidak Mudah Patah Dengan hanya fokus pada 3 langkah sederhana ini melembapkan, melindungi dari bahan kimia, dan menjaga pola makan kamu sudah bisa mendapatkan kuku yang lebih sehat, kuat, dan siap dihias dengan nail art favoritmu!

3 Rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026

Menghapus kutek tidak boleh dilakukan sembarangan. Pembersih kutek yang tepat tidak hanya efektif menghilangkan cat kuku secara menyeluruh, tetapi juga menjaga kesehatan kuku dan kutikula. Salah memilih produk bisa membuat kuku kering, rapuh, bahkan rusak dalam jangka panjang. Berikut ini adalah 3 Rekomendasi Permbersih Kuku Terbaik 2026.

Zoya Natural Nail Polish Remover

Harga: Rp95.000 – Rp120.000 / 237 ml

Zoya Natural Nail Polish Remover adalah pembersih kutek non-aseton yang diformulasikan khusus untuk membersihkan kutek secara menyeluruh tanpa merusak kuku. Dikenal sebagai salah satu produk favorit para nail enthusiast, Zoya Remover juga membantu menutrisi dan melembapkan kuku, menjadikannya pilihan ideal untuk perawatan kuku jangka panjang.

O.P.I Expert Touch Lacquer Remover

Harga: Rp130.000 – Rp150.000 / 110 ml

O.P.I Expert Touch Lacquer Remover adalah pembersih kutek berkualitas profesional yang dikenal karena efektivitas tinggi dalam menghapus kutek pekat dan gel polish. Produk ini sering digunakan di salon-salon kecantikan karena kemampuannya membersihkan kutek secara cepat tanpa perlu menggosok keras. Meski mengandung aseton, formulanya dilengkapi bahan pelembap sehingga tetap aman untuk kuku dan kulit di sekitarnya.

Nail Polish Remover Wipes

Harga: Rp30.000 – Rp40.000 / 10 sheets

Nail Polish Remover Wipes adalah pembersih kutek dalam bentuk tisu praktis yang dirancang untuk kemudahan dan kenyamanan saat menghapus kutek, terutama saat bepergian. Produk ini menjadi favorit banyak pengguna karena formulanya yang lembut di kuku dan kutikula, serta bebas alkohol dan paraben. Ideal untuk kamu yang aktif, ingin pembersih kutek yang praktis, higienis, dan tidak bikin kuku kering.

BACA JUGA: 3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Nah itulah dia 3 rekomendasi Permbersih Kutek Terbaik 2026 yang bisa langsung kamu cobain.

3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Cantengan menjadi salah satu masalah kesehatan kuku yang paling sering kita alami. Catengan juga tidak bisa kamu anggap sepele , cantengan bisa membuat mu mengalami infeksi kuku. Untuk mencegah cantengan dan menghindari risiko infeksi, berikut 3 Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi.

1. Potong Kuku dengan Benar

Salah satu penyebab utama cantengan adalah cara memotong kuku yang salah. Hindari memotong kuku terlalu pendek atau melengkung mengikuti bentuk jari. Sebaiknya, potong kuku secara lurus dan jangan terlalu dalam pada bagian sudutnya. Hal ini akan mencegah ujung kuku tumbuh masuk ke dalam kulit.

2. Jaga Kebersihan Kaki dan Kuku

Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah infeksi. Cuci kaki secara rutin, terutama setelah beraktivitas seharian atau menggunakan alas kaki tertutup. Pastikan juga kuku selalu bersih dan kering. Hindari menggunakan sepatu yang lembap atau terlalu ketat karena bisa menekan kuku dan memicu cantengan.

3. Pilih Alas Kaki yang Nyaman dan Sesuai Ukuran

Menggunakan sepatu yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebih pada kuku dan kulit di sekitarnya, sehingga meningkatkan risiko cantengan. Pilihlah alas kaki yang pas di kaki, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan cukup ruang untuk jari-jari bergerak dengan bebas. Ini akan mengurangi gesekan dan tekanan pada kuku.

BACA JUGA: Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Tips tambahan mencegah cantengan. Hindari Kebiasaan Mengorek atau Mengelupas Kutikula Mengelupas kutikula atau kulit di sekitar kuku bisa membuka jalan bagi bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Biarkan kutikula tetap utuh atau dorong dengan lembut menggunakan alat khusus. Jika ingin merapikan kuku, gunakan peralatan yang bersih dan steril untuk mencegah iritasi atau luka mikro. Nah jadi itulah dia Cara Mencegah Cantengan Agar Tidak Mengalami Infeksi

Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Tahukah kamu bahwa kuku bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan? Meski sering dianggap hanya sebagai pelengkap penampilan, kuku sebenarnya memainkan peran penting dalam mencerminkan keseimbangan nutrisi dan kondisi medis seseorang. Perubahan pada warna, bentuk, tekstur, atau kekuatan kuku bisa menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan, baik ringan maupun serius. Karena itu, penting untuk memahami berbagai tanda kuku yang tidak sehat agar dapat segera mengambil langkah pencegahan dan perawatan yang tepat.

Bentuk Kuku Terlihat Tidak Normal

Kuku yang bentuknya berubah secara tidak wajar seperti melengkung berlebihan, bergelombang, atau menebal bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan. Perubahan ini tidak selalu disebabkan oleh faktor kosmetik, tetapi bisa juga akibat cedera berulang, perawatan kuku yang tidak tepat, atau kondisi medis tertentu. Mengenali perubahan bentuk kuku sejak dini sangat penting agar masalah kuku tidak berkembang menjadi lebih serius.

Kuku Mudah Retak dan Pecah

Jika kuku sering retak, terbelah, atau patah, itu bisa menjadi tanda bahwa kuku kehilangan kelembapan dan kekuatannya. Penyebab umumnya meliputi paparan bahan kimia, kekurangan nutrisi, serta penggunaan cat kuku atau pembersih berbahan keras tanpa jeda perawatan. Dengan perawatan yang rutin dan tepat, kondisi kuku yang rapuh bisa diperbaiki secara bertahap.

Perubahan Warna Kuku yang Tidak Biasa

Warna kuku yang berubah menjadi kekuningan, keabu-abuan, atau muncul bercak gelap bisa mengindikasikan masalah kesehatan, mulai dari infeksi jamur hingga efek residu bahan kimia. Warna kuku juga bisa berubah akibat gangguan organ dalam atau penggunaan produk perawatan yang tidak cocok. Memahami penyebab perubahan warna akan membantu dalam menentukan langkah perawatan yang paling sesuai dan aman.

BACA JUGA: 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku

Jika Kuku mu mengalami salah satu hal di atas harus kamu periksakan ke dokter. Itulah Dia Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku

Kuku menjadi salah satu bagian tubuh yang paling di perhatikan oleh banyak wanita. Kesehatan kuku sangat penting dikarenakan kuku menjadi salah satu bentuk untuk mengekspresikan kecantikan dari wanita. Dengan meningkatnya kepopuleran nail art kondisi kuku sebelum di eksekusi sangat penting. Buat kamu yang ingin tau cara menjaga kesehatan kuku yuk kita bahas 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku.

Cara Memotong Kuku Yang Baik

Memotong kuku sebaiknya tidak dilakukan asal pendek. Idealnya, kuku digunting hingga mendekati batas bagian putih, tanpa melewatinya. Kuku yang dipotong terlalu pendek justru bisa memicu iritasi, nyeri, bahkan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, pemotongan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan arah pertumbuhan kuku menjadi tidak normal.

Agar kuku tumbuh sehat, pemotongan sebaiknya mengikuti lekuk alami kuku. Cara ini membantu mencegah kuku menekan daging di sekitarnya dan mengurangi risiko kuku tumbuh ke dalam. Dengan kebiasaan memotong kuku yang benar, kesehatan kuku dan area sekitarnya bisa lebih terjaga.

Jangan Menggigit Kuku

Menggigit kuku mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Selain membuat kuku tampak tidak rapi, menggigit kuku membuka peluang masuknya kuman dan bakteri dari kuku ke dalam mulut. Hal ini bisa memicu gangguan kesehatan, mulai dari masalah pencernaan ringan hingga risiko penyakit yang lebih serius.

Tak hanya itu, kebiasaan menggigit kuku juga dapat merusak struktur gigi dan gusi secara perlahan. Luka kecil di sekitar kuku pun bisa menjadi pintu masuk infeksi. Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga langkah penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Batasi Penggunaan Cat Kuku agar Kuku Tetap Sehat

Cat kuku maupun kuku palsu memang bisa membuat tampilan tangan terlihat lebih menarik. Namun, jika digunakan terlalu sering tanpa jeda, kuku justru berisiko menjadi rapuh dan mudah rusak. Lapisan kimia pada cat kuku dapat mengurangi kelembapan alami kuku, terutama bila kuku terus-menerus tertutup tanpa waktu istirahat.

BACA JUGA: Kenali Tanda-Tanda Kesehatan Kuku yang Perlu Diwaspadai

Setelah menghapus cat kuku, sebaiknya beri waktu sekitar satu minggu sebelum mengaplikasikan cat kembali. Jeda ini penting agar kuku dapat “bernapas” dan memulihkan kondisinya secara alami. Selain itu, usahakan menghindari pembersih cat kuku yang mengandung aseton. Kandungan ini dapat membuat kuku, kutikula, serta kulit di sekitarnya menjadi kering dan lebih sensitif jika digunakan terlalu sering. Nah itulah 3 Cara Menjaga Kesehatan Kuku.