Nail art memang bisa bikin tampilan tangan jadi lebih menarik dan percaya diri meningkat. Tapi di balik kuku cantik, ada rutinitas perawatan yang sering dianggap sepele. Banyak orang fokus ke desain, warna, atau tren nail art terbaru, tapi lupa kalau kesehatan kuku itu fondasi utamanya. Kalau perawatannya asal-asalan, kuku bisa rapuh, menguning, bahkan terasa nyeri. Supaya nail art tetap aman dan kuku tidak bermasalah, ini dia 4 rutinitas nail care yang penting untuk dilakukan secara konsisten.
Membersihkan Kuku dengan Cara yang Benar
Membersihkan kuku bukan sekadar cuci tangan biasa. Sisa kotoran, minyak, dan debu bisa menumpuk di sela kuku, apalagi kalau kamu sering pakai nail art tebal atau kuku palsu. Idealnya, kuku dibersihkan secara lembut menggunakan air hangat dan sabun ringan. Hindari menyikat kuku terlalu keras karena bisa merusak lapisan alami kuku.
Kalau kamu sering menggunakan kuteks atau gel polish, pastikan sisa produk benar-benar terangkat saat dibersihkan. Jangan mengelupas kuteks secara paksa karena ini bisa membuat lapisan kuku ikut terangkat. Membersihkan kuku dengan benar membantu mencegah infeksi jamur dan menjaga kuku tetap kuat dari dalam.
Rutin Menggunakan Cuticle Oil dan Pelembap

Banyak yang fokus merawat kuku, tapi lupa pada kutikula. Padahal, kutikula berfungsi sebagai pelindung alami dari bakteri dan kuman. Kutikula yang kering bisa pecah-pecah dan membuat kuku lebih rentan bermasalah. Menggunakan cuticle oil secara rutin bisa membantu menjaga kelembapan dan elastisitas area sekitar kuku.
Selain itu, jangan lupa mengoleskan hand cream atau pelembap khusus kuku, terutama setelah cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Kuku yang lembap akan terasa lebih fleksibel dan tidak mudah patah, sehingga nail art bisa bertahan lebih lama tanpa merusak kuku asli.
Beri Jeda dari Nail Art dan Produk Kimia
Nail art yang terus-menerus tanpa jeda bisa membuat kuku “lelah”. Produk seperti gel, acrylic, atau hard polish mengandung bahan kimia yang jika dipakai terlalu sering dapat membuat kuku menipis. Idealnya, beri waktu istirahat pada kuku setidaknya satu hingga dua minggu sebelum memasang nail art baru.
Di masa jeda ini, kamu bisa fokus pada perawatan dasar seperti memotong kuku, menghaluskannya dengan nail buffer lembut, dan mengaplikasikan nail serum. Rutinitas ini membantu kuku memperbaiki diri secara alami dan mengurangi risiko kuku rapuh atau berubah warna.
Perhatikan Pola Hidup dan Asupan Nutrisi
Perawatan kuku tidak hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam tubuh. Kuku yang sehat biasanya mencerminkan pola hidup yang seimbang. Kurang tidur, stres, dan asupan nutrisi yang minim bisa membuat kuku mudah patah atau bergelombang. Pastikan tubuh mendapatkan cukup protein, vitamin E, biotin, dan mineral seperti zinc.
Minum air putih yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kelembapan kuku. Jika pola hidup terjaga, hasil nail art pun akan terlihat lebih maksimal karena kuku berada dalam kondisi sehat dan kuat.
BACA JUGA: 4 Cara Merawat Kuku Setelah Nail Art Agar Tetap Sehat
rutinitas nail care memang soal estetika, tapi nail care adalah soal kesehatan. Dengan rutinitas sederhana seperti membersihkan kuku dengan benar, menjaga kelembapan, memberi jeda dari produk kimia, dan memperhatikan pola hidup, kamu bisa menikmati nail art tanpa khawatir kuku bermasalah. Kuku yang sehat bukan hanya terlihat cantik, tapi juga terasa nyaman dan kuat untuk jangka panjang.






















