Image

Kutek atau nail polish sudah jadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Warnanya bisa bikin kuku terlihat rapi, segar, dan menunjang penampilan. Tapi di balik tampilannya yang cantik, tidak semua kutek aman untuk kesehatan. Beberapa produk masih mengandung bahan kimia tertentu yang jika digunakan terus-menerus bisa berdampak buruk, baik untuk kuku maupun tubuh secara keseluruhan. Karena itu, penting banget untuk tahu apa saja kandungan kutek yang sebaiknya dihindari. Berikut 5 di antaranya, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Formaldehida

Formaldehida adalah bahan kimia yang sering dipakai agar kutek lebih kuat dan tahan lama. Masalahnya, zat ini bersifat iritan dan cukup berbahaya. Paparan formaldehida bisa menyebabkan kuku menjadi rapuh, kering, bahkan berubah warna. Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, formaldehida juga dapat memicu reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau perih di sekitar kuku. Jika terhirup dalam jumlah tertentu, uapnya juga bisa mengganggu pernapasan. Karena itu, sebaiknya pilih kutek yang berlabel formaldehyde-free untuk pemakaian jangka panjang.

Toluena

Toluena berfungsi membuat tekstur kutek lebih halus dan mudah diratakan. Namun, bahan ini dikenal cukup keras bagi tubuh. Penggunaan toluena secara berulang dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga mual, terutama jika sering menghirup aromanya. Dalam jangka panjang, toluena juga dikaitkan dengan gangguan sistem saraf. Selain itu, zat ini bisa membuat kuku dan kulit di sekitarnya menjadi kering. Kutek tanpa toluena biasanya memang sedikit lebih mahal, tapi jauh lebih aman.

Dibutyl Phthalate (DBP)

DBP sering digunakan untuk menjaga kutek tetap fleksibel dan tidak mudah retak. Sayangnya, bahan ini termasuk kelompok phthalate yang banyak dihindari dalam produk kecantikan modern. DBP diduga dapat mengganggu keseimbangan hormon jika terpapar terus-menerus. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tapi risiko jangka panjangnya cukup serius. Selain itu, DBP juga bisa memicu iritasi kulit dan membuat kuku jadi lebih lemah.

Camphor

Camphor biasanya ditambahkan untuk memberi kilau dan tekstur yang rata pada kutek. Meski berasal dari bahan alami, camphor dalam produk kosmetik tetap bisa berbahaya jika kadarnya tinggi. Paparan camphor berlebihan dapat membuat kuku menjadi kuning dan kering. Uapnya juga bisa menyebabkan pusing atau mual pada sebagian orang. Jika setelah memakai kutek kuku terasa sangat kering atau panas, bisa jadi itu efek dari camphor.

Xylene

Xylene berfungsi sebagai pelarut agar kutek tidak menggumpal. Namun, bahan ini cukup keras bagi kesehatan. Menghirup xylene dalam waktu lama bisa menyebabkan sakit kepala, gangguan pernapasan, bahkan iritasi mata. Kontak langsung dengan kulit juga dapat menimbulkan rasa perih dan kering. Karena itu, banyak brand sekarang mulai menghilangkan xylene dari formulanya demi keamanan pengguna.

BACA JUGA : 5 Kutek Warna Netral yang Cocok untuk Semua Usia

Memilih kutek bukan cuma soal warna dan merek, tapi juga soal Kandungan Kutek yang Sebaiknya Dihindari di dalamnya. Dengan menghindari bahan-bahan berbahaya seperti formaldehida, toluena, DBP, camphor, dan xylene, kamu bisa tetap tampil cantik tanpa mengorbankan kesehatan kuku dan tubuh. Selalu biasakan membaca label, pilih produk dengan klaim “free from toxic chemicals”, dan beri waktu kuku untuk bernapas tanpa kutek. Kuku sehat akan selalu terlihat cantik, bahkan tanpa warna mencolok.