Merawat kuku kelihatannya sepele, tapi justru di situlah banyak kesalahan kecil sering terjadi. Tanpa sadar, kebiasaan harian yang dianggap “biasa aja” bisa bikin kuku jadi rapuh, kering, kusam, bahkan gampang patah. Padahal, nail care yang tepat itu bukan soal mahal atau ribet, tapi soal konsistensi dan cara yang benar.
Kalau kamu merasa kuku sering bermasalah padahal sudah rajin dirawat, bisa jadi salah satu Kesalahan Kecil dalam Nail Care di bawah ini sering kamu lakukan.
Terlalu Sering Memotong atau Mengupas Kutikula

Banyak orang berpikir kutikula harus selalu dipotong biar kuku terlihat rapi dan bersih. Padahal, kutikula punya fungsi penting sebagai pelindung alami kuku dari bakteri dan infeksi. Saat kamu terlalu sering memotong atau bahkan mengelupasnya dengan paksa, area kuku jadi lebih rentan iritasi.
Akibatnya, kuku bisa terasa perih, kemerahan, bahkan muncul cantengan ringan. Selain itu, pertumbuhan kuku juga bisa terganggu karena area akarnya tidak terlindungi dengan baik.
Solusinya, cukup dorong kutikula secara perlahan setelah mandi atau setelah direndam air hangat. Gunakan cuticle oil agar area sekitar kuku tetap lembap dan terlihat rapi tanpa harus dipotong berlebihan.
Mengikir Kuku Terlalu Kasar dan Sembarangan
Mengikir kuku memang penting untuk membentuk kuku agar rapi. Tapi kesalahan yang sering terjadi adalah mengikir bolak-balik dengan tekanan kuat. Cara ini justru bikin lapisan kuku terkelupas dan ujung kuku jadi gampang pecah.
Selain itu, penggunaan nail file dengan tekstur terlalu kasar juga bisa merusak struktur kuku, apalagi kalau kukumu cenderung tipis. Dalam jangka panjang, kuku akan terlihat tidak rata dan lebih mudah patah.
Cara yang lebih aman adalah mengikir kuku satu arah dengan tekanan ringan. Pilih nail file dengan grit yang halus, terutama kalau kuku kamu tipis atau sering bermasalah.
Terlalu Sering Pakai Nail Polish Remover Berbahan Keras
Nail polish remover, terutama yang mengandung acetone, memang ampuh menghapus cat kuku dengan cepat. Tapi kalau terlalu sering digunakan, acetone bisa membuat kuku dan kulit di sekitarnya jadi sangat kering.
Kuku yang kehilangan kelembapan alami akan terlihat kusam, rapuh, dan mudah mengelupas. Kulit di sekitar kuku pun bisa mengelupas dan terasa perih, apalagi jika kamu sering gonta-ganti warna kuteks.
Kalau memungkinkan, gunakan nail polish remover non-acetone untuk pemakaian rutin. Setelah menghapus kuteks, jangan lupa cuci tangan dan langsung aplikasikan hand cream atau cuticle oil agar kelembapan kuku kembali terjaga.
Mengabaikan Perawatan Kuku Alami
Kesalahan Kecil dalam Nail Care paling umum tapi sering diremehkan adalah terlalu fokus pada tampilan, tapi lupa merawat kuku alaminya. Banyak orang rajin pakai kuteks, gel polish, atau nail art, tapi jarang memberi “waktu istirahat” untuk kuku.
Tanpa disadari, kuku bisa jadi lemah karena tertutup terus-menerus dan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Apalagi kalau jarang pakai pelembap khusus kuku atau serum nail care.
Idealnya, beri jeda beberapa hari tanpa kuteks agar kuku bisa bernapas. Rutin gunakan nail oil, hand cream, dan pastikan asupan nutrisi seperti protein, vitamin E, dan biotin tercukupi. Perawatan dari dalam sama pentingnya dengan perawatan dari luar.
BACA JUGA: 4 Tips Nail Care Agar Kuku Tetap Sehat Meski Sering Nail Polish
Nail care yang sehat sebenarnya dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Kesalahan kecil seperti cara mengikir yang salah, terlalu sering memotong kutikula, atau lupa melembapkan kuku bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Dengan memperbaiki kebiasaan ini, kuku akan terlihat lebih sehat, kuat, dan cantik alami tanpa harus selalu bergantung pada perawatan mahal di salon.