7 WAYS TO PREVENT AND TREAT INGROWN TOENAILS - Sikasok

Cantengan (ingrown toenail) itu momen kecil yang nyebelin: awalnya cuma “kok ngilu ya?”, besoknya jempol jadi merah, bengkak, dan tiap kesenggol rasanya pengen marah. Kabar baiknya, sebagian besar cantengan bisa dicegah kalau kamu konsisten rawat kuku dan sepatu. Yuk kita bahas cara mencegah cantengan yang bisa langsung kamu lakukan.

Pahami biangnya dulu

Cantengan biasanya muncul saat ujung kuku tumbuh menusuk kulit di samping kuku. Penyebabnya sering kombinasi: potong kuku terlalu pendek, sudut kuku dibulatkan, sepatu sempit, atau jempol sering kena benturan (lari, futsal, hiking, kerja pakai sepatu safety). Kadang bentuk kuku yang melengkung, kuku tebal, atau kebiasaan “ngopek” kuku saat bosan juga bikin lebih mudah kejepit kulit.

Potong kuku dengan “lurus dan santai”

Aturan emasnya: potong kuku kaki lurus, jangan mengikuti bentuk jari. Sisakan sedikit bagian putih di ujung kuku, jangan dipangkas habis sampai “cetek”. Kalau sudut kuku terasa tajam, haluskan tipis dengan kikir, bukan dengan gunting kecil yang masuk ke sisi kuku. Potongnya sedikit-sedikit, biar kamu nggak kebablasan.

Biar lebih aman, pakai pemotong kuku yang tajam dan bersih. Lap dulu dengan alkohol atau cuci sabun, apalagi kalau alatnya dipakai bareng keluarga. Potong kuku setelah mandi atau rendam kaki sebentar 5–10 menit, karena kuku lebih lunak dan gampang dirapikan.

Sepatu: kasih ruang buat jempol bernapas

Sepatu ujung sempit itu seperti menjepit kuku ke kulit terus-menerus. Pilih sepatu dengan toe box lega: saat berdiri, jari-jari masih bisa “goyang” sedikit dan tidak saling tindih. Kalau kamu sering olahraga, pertimbangkan ukuran setengah nomor lebih longgar, karena kaki biasanya sedikit mengembang saat bergerak.

Kaos kaki juga berpengaruh. Yang terlalu ketat bikin tekanan tambah besar. Bonus tips: selang-seling sepatu tiap hari supaya bagian dalamnya kering, dan ikat tali sepatu dengan nyaman (nggak terlalu kencang di depan).

Jaga kaki bersih, kering, dan nggak lembap

Kaki yang lembap lama-lama bikin kulit sekitar kuku lebih lunak dan gampang iritasi. Biasakan cuci kaki, keringkan sampai sela-sela jari, dan ganti kaos kaki kalau sudah basah keringat. Kalau kamu gampang berkeringat, bedak khusus kaki bisa membantu, asal dipakai tipis.

Kalau ada jamur kaki atau kuku menebal, jangan didiamkan, karena kondisi ini bisa mengubah arah tumbuh kuku dan memicu cantengan berulang. Setelah mandi, oles pelembap tipis di punggung kaki atau tumit, tapi hindari bagian sela jari supaya tidak makin lembap.

Kalau mulai ngilu, lakukan langkah cepat

Begitu terasa nyeri di sisi kuku, jangan panik dan jangan “dibedah” sendiri. Rendam kaki 10–15 menit dengan air hangat (boleh pakai garam atau sabun lembut), lalu keringkan. Setelah itu, pakai sandal atau sepatu longgar dulu beberapa hari.

Kalau kulit di samping kuku terasa menekan, kamu bisa pijat lembut kulit menjauh dari kuku tanpa menusuk. Bila perlu, oles antiseptik ringan atau salep pelindung dan tutup longgar agar tidak kegesek. Kalau sakit banget atau terlihat luka, stop eksperimen dan minta bantuan profesional.

Kapan sebaiknya kamu periksa?

Segera cari bantuan tenaga kesehatan kalau nyeri makin parah, muncul nanah, bau, demam, atau ada garis merah menjalar. Kalau kamu punya diabetes, gangguan saraf, atau sirkulasi darah kurang baik, lebih aman jangan coba perawatan sendiri sejak awal. Cantengan yang sering kambuh juga layak dicek, karena kadang butuh tindakan khusus supaya tidak bolak-balik.

BACA JUGA: 4 Cara Agar Terhindar dari Jamur Kuku