Jamur kuku itu sering datang diam-diam. Awalnya cuma garis putih kecil, sedikit kusam, atau tepi kuku gampang pecah. Lama-lama bisa jadi kuning, menebal, dan kelihatan “bertepung”. Yang bikin ngeselin, mengobatinya biasanya butuh waktu panjang, jadi mencegah jauh lebih enak. Kuncinya bukan harus super steril, tapi lebih ke kebiasaan sehari-hari: jaga kaki tetap kering, hindari paparan dari tempat umum yang lembap, dan jangan berbagi barang pribadi yang menyentuh kuku. Ini 4 cara Nail Care yang bisa kamu mulai hari ini.

Bersihkan kaki, lalu keringkan sampai sela jari


Mandi itu penting, tapi bagian mengeringkan sering disepelekan. Setelah mandi, lap telapak kaki dan sela jari sampai benar-benar kering, bukan cuma “diseka cepat”. Jamur suka area hangat dan basah, jadi kaki yang lembap terlalu lama adalah undangan terbuka.
Kalau kamu sering pakai sepatu tertutup seharian, bawa kaus kaki cadangan. Ganti saat terasa lembap atau setelah banyak jalan. Pilih kaus kaki yang menyerap keringat, dan kalau perlu pakai bedak kaki supaya kelembapan cepat turun. Kebiasaan kecil ini kelihatan sepele, tapi efeknya besar.

Pilih sepatu dan kaus kaki yang bisa “bernapas”


Sepatu sempit dan panas bikin kaki mudah berkeringat, kuku gampang kena gesekan, lalu muncul trauma kecil yang jadi pintu masuk. Pilih sepatu yang ukurannya pas, ujungnya tidak menekan jari, dan bahannya lebih breathable.
Coba rotasi sepatu (jangan pasangan yang sama tiap hari) supaya bagian dalam sempat kering. Kalau sepatu kebasahan, jangan dipakai lagi sebelum kering total. Mayo Clinic juga menyarankan mengganti kaus kaki secara teratur dan merotasi sepatu agar kelembapan tidak menetap.
Kalau kamu punya sepatu lama yang bau apek dan selalu lembap, pertimbangkan untuk “pensiunkan”. Sepatu yang terus lembap bisa jadi tempat jamur betah.
Kalau kamu sering keringetan, coba angin-anginkan kaki 5 menit sebelum pakai sepatu, dan jemur insole.

Waspada di area umum dan jangan berbagi barang pribadi


Banyak orang ketularan jamur dari lantai lembap di ruang ganti, kamar mandi umum, atau pinggir kolam. Kebiasaan simpel seperti pakai sandal jepit saat mandi di gym atau pool itu membantu banget.
Selain itu, hindari berbagi handuk, sepatu, kaus kaki, atau alat nail care. CDC juga menekankan untuk tidak berbagi barang pribadi dan menjaga kuku tetap pendek serta bersih.
Di rumah, punya pemotong kuku sendiri.Setelah dipakai, cuci, keringkan, lalu simpan di tempat kering. Kalau pedicure di salon, pilih yang jelas higienis: alat disterilkan, bak rendam dibersihkan, dan teknisinya rapi.

Atasi kutu air cepat, rawat kuku dengan aman


Jamur kuku sering berawal dari jamur kulit di sela jari (kutu air) yang dibiarkan, lalu menyebar ke kuku. NHS menyarankan mengobati kutu air secepatnya agar tidak menyebar ke kuku.


Potong kuku rutin, pendek tapi tidak terlalu mepet, supaya tidak mudah retak atau tersangkut. Hindari mengorek kuku, mengupas kulit sekitar, atau memaksa mencabut bagian kuku yang rusak, karena luka kecil bikin infeksi makin gampang masuk.

BACA JUGA: Apa Saja Vitamin Kuku agar Kuku Lebih Sehat?

Intinya, jamur kuku itu senang kelembapan dan kebiasaan yang serba berbagi. Begitu kamu konsisten menjaga kaki kering, memilih alas kaki yang tepat, dan lebih hati-hati di tempat umum, risikonya turun banyak. Kalau kuku mulai menguning, menebal, rapuh, atau bau, konsultasi ke dokter kulit bisa bantu memastikan penyebabnya dan pilihan perawatannya.