Image

Pakai kuku palsu itu seru: tangan kelihatan rapi dalam hitungan menit. Tapi jujur, lem kuku kadang bikin was-was bau menyengat, sulit dilepas, bahkan bisa bikin permukaan kuku tipis kalau kamu sering gonta-ganti. Ada juga yang kulitnya gampang merah kalau kena lem. Kalau kamu pengin hasil cantik tanpa drama, coba beberapa Pengganti Lem Kuku Palsu yang lebih ramah kuku di bawah ini.

Nail Adhesive Tabs


Ini yang paling populer buat kamu yang suka press-on nails. Bentuknya kayak stiker bening, ditempel di kuku asli, lalu kuku palsu ditempel di atasnya. Rasanya lebih ringan daripada lem cair dan lebih gampang dilepas. Minusnya: kurang tahan air panas dan sabun, jadi biasanya tidak sekuat lem kalau kamu sering cuci piring.
Cara pakai: bersihkan kuku, dorong kutikula, pilih ukuran tab yang pas, tempel dan tekan 10–20 detik, baru pasang kuku palsu. Cocok untuk acara 1–3 hari.

Double-Sided Nail Tape


Mirip adhesive tabs, tapi formatnya pita yang bisa kamu potong sendiri. Keunggulannya: fleksibel buat bentuk kuku yang “unik” dan bisa dilapis dua kali kalau butuh ekstra nempel. Banyak orang suka karena kamu bisa atur ketebalan—tipis untuk tampilan natural, atau agak tebal untuk kuku palsu yang berat.
Tips: tempel tape tipis-tipis saja supaya kuku palsu tidak terasa “mengambang”. Ini pilihan enak buat pemula karena tidak perlu terlalu presisi seperti lem.

Peel-Off Base Coat


Kalau kamu sering ganti desain, peel-off base coat itu lifesaver. Produk ini biasanya dipakai sebelum kuteks, tapi bisa juga jadi “lapisan pemisah” antara kuku asli dan perekat lain. Hasilnya: kuku palsu lebih mudah dicopot tanpa banyak gesek, dan risiko kuku terkelupas bisa lebih kecil.
Cara pakai: oles tipis 1–2 layer, tunggu benar-benar kering, lalu lanjut pakai adhesive tabs atau tape. Jangan berharap base coat ini jadi perekat utama; fungsinya lebih ke proteksi. Cocok untuk kamu yang kukunya gampang rapuh.

Builder Gel / Rubber Base Gel


Kalau kamu mau tahan lama, tapi tidak mau lem, kamu bisa pakai builder gel atau rubber base gel sebagai perekat yang dikunci pakai lampu UV/LED. Tekniknya mirip gel extension: gel dioles, kuku palsu ditempel, lalu di-curing. Hasilnya bisa tahan seminggu lebih, tergantung aktivitas.
Catatan: ini butuh alat (lampu) dan latihan sedikit. Pastikan gel tidak menyentuh kulit supaya tidak memicu iritasi atau alergi. Kalau terasa gatal atau panas berlebihan, stop dan bersihkan.

Full-Cover Nail Wraps


Kalau tujuanmu “kuku cantik” bukan “kuku panjang”, nail wraps bisa jadi pengganti yang super praktis. Ini stiker berbentuk kuku yang ditempel langsung ke kuku asli, jadi kamu tidak butuh kuku palsu maupun lem. Desainnya banyak, dari nude sampai glitter, dan biasanya lebih tipis jadi nyaman buat ngetik.
Pilih wrap yang tipis tapi kuat, ratakan dengan file, lalu kunci dengan top coat agar awet dan tidak mudah terangkat di ujung.

BACA JUGA: Apa Saja Yang Perlu DI Khawatirkan Dari Penggunaan Kuku Palsu

Intinya, kamu tetap bisa tampil on point tanpa harus “berantem” sama lem. Pilih yang sesuai kebutuhan harian, acara singkat, atau pengin tahan lama biar kuku kamu tetap sehat dan nggak gampang rusak di kemudian hari.